Setelah membahas kota Gianyar bagian utara, sekarang saya akan merekomendasikan tempat wisata yang sudah sangat mendunia yang letaknya di kota Gianyar. Ubud, siapa yang tidak mengenal Ubud, adalah salah satu tempat wisata yang ada di Bali khusunya di kota Gianyar, Ubud menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi saat akan berkunjung ke Bali. Ubud menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi karena Ubud memiliki tempat wisata yang tidak meninggalkan seni, ciri khas Bali, dan pemandangan yang sejuk membuat Ubud menjadi salah satu list para travellers untuk dikunjungi. Dan ini adalah beberapa rekomendasi tempat wisata di Ubud yang harus dikunjungi ketika datang ke Bali.
1. Bukit Campuhan
Tjampuhan Ridge Walk begitulah para wisatawan manca negara mengenal bukit Campuhan, Ubud. Destinasi itu merupakan satu dari yang jadi primadona di sana. Sebagai sebuah lokasi wisata, Campuhan Ubud menyuguhkan alam terbuka dengan pemandangan landscape Desa Ubud. Selain masihh asri, wisatawan tak dikenakan biaya untuk menyusuri jalan setapak di sana.
Di Campuhan, wisatawan bisa mendapatkan semua. Aktivitas luar ruangan dengan suasana alam yang tenang. Oleh karena itu, aktivitas yang tepat adalah bersepeda, hiking, trekking, atau jogging. Kondisi treknya tidak sulit, sudah ditata rapi dengan pemandangan segar dan hijaunya alam Ubud. Dengan lokasi yang mudah untuk dicapai, Campuhan menjadi salah salah tempat favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas olahraga atau sekadar menikmati pagi di sekitar Ubud.
Campuhan juga bagus untuk didokumentasi. Pemandangan yang disuguhkan, kalau kata anak sekarang sungguh “Instagrammable”. Waktu yang direkomendasikan untuk mengunjungi tempat itu adalah pagi sebelum matahari muncul atau sore hari. Pada hari yang cerah, kabut tebal akan terlihat berada di lembah bukit bertemu dengan sinar matahari yang baru terbit.
Hampir semua pasar seni tradisional di Bali menjual barang dagangan yang tidak terlalu banyak perbedaan. Barang dagangan yang tersedia di pasar seni tradisional seperti:
- Baju kaos yang dihiasi sablon topeng barong Bali.
- Cincin serta kalung perak desain khas Bali.
- Kain pantai.
- Camilan khas Bali.
- Lukisan serta patung dengan ukiran khas Bali.
Jam buka pasar seni Ubud mulai dari jam 04:00 pagi – 18:00 sore. Selain itu, anda tidak dikenakan biaya masuk untuk memasuki areal pasar seni tradisional Ubud. Waktu terbaik mengunjungi pasar seni tradisional di Ubud adalah di pagi hari. Karena ada kepercayaan orang Bali untuk memperlancar jualan selama satu hari, harus berhasil menjual barang dagangan di pagi hari, walaupun untungnya tipis. Kepercayaan orang Bali dalam berdagang ini dikenal dengan istilah Pegarus Dagangan.
Jadi jika anda ingin berbelanja di Ubud art market dan ingin mendapatkan peluang menawar dengan harga murah, maka sebaiknya anda berkunjung di pagi hari. Selain dapat menawar dengan harga murah saat berkunjung di pagi hari, pasar seni tradisional Ubud juga tidak terlalu ramai pada pagi hari. Jika dibandingkan jika berkunjung di siang hari, karena sudah ramai dengan kunjungan wisatawan.
DAYA TARIK DAN BARANG DAGANGAN
Barang dagangan yang ada di pasar tradisional Ubud tergolong lumayan berkualitas dengan harga yang relatif murah. Tapi untuk mendapatkan harga murah, anda sebagai pembeli harus pandai dalam menawar. Jika saya pribadi kurang pandai dalam menawar, jadi kecendrungan mendapatkan harga lebih mahal dibandingkan jika istri yang berbelanja dengan barang yang sama. Sebagian besar pedagang mengambil barang dagangan langsung dari pengerajin rumahan, yang membuat harga barang menjadi lebih murah, tentunya anda harus ingat untuk menawar.
Ada dua wilayah utama di dalam pasar seni tradisional Ubud, wilayah barat dan wilayah timur. Untuk wilayah barat pasar, lebih banyak menjual barang dagangan berupa hasil kerajinan seni. Sedangkan untuk pasar wilayah timur lebih banyak menjual kebutuhan bahan pokok sehari-hari seperti gula, beras dan sembako yang lainnya.
TIPS BELANJA DI PASAR SENI UBUD
Ubud art market sangat luas dan memiliki bangunan bertingkat. Oleh karena itu, sebelum anda memutuskan untuk berbelanja, usahakan untuk berkeliling terlebih dahulu dan menyusuri area pasar tradisional Ubud. Tujuan menyusuri area pasar seni tradisional Ubud sebelum untuk memutuskan berbelanja, agar anda dapat melihat banyak pilihan barang dagangan dan kualitas dari barang yang ditawarkan.
Untuk mendapatkan harga terbaik dari barang yang ingin anda beli, usahakanlah untuk menawar dan perlu kesabaran. Jika tujuan anda berkunjung ke pasar tradisional Ubud, untuk berbelanja dalam jumlah banyak, maka sediakanlah waktu kurang lebih 3 jam.
3. Objek Wisata Monkey Forest Ubud
Hutan monyet atau monkey forest Ubud salah satu hutan yang dihuni oleh ratusan monyet atau kera dan dijadikan sebagai destinasi wisata selain pantai di pulau Bali, dan saat tempat wisata hutan monyet ini lagi hits dan populer di wilayah Ubud. Lokasinya memang strategis berada berdekatan dengan pusat kota Ubud, sehingga wisatawan bisa begitu mudah untuk mengakses tempat ini. Objek wisata hutan monyet atau monkey forest di Ubud ini memang lebih terkenal dibandingkan hutan kera lainnya, itulah sebabnya hutan lindung yang dihuni oleh ratusan ekor monyet jinak ini selalu ramai pengunjung, baik itu asing maupun domestik.
Semua fasilitas yang disediakan di tempat rekreasi ini membuat pengunjung nyaman dan terasa menyatu dengan alam, sehingga tidak mengherankan harga tiket masuk di objek tempat wisata hutan monyet ini lebih tinggi dibandingkan objek wisata hutan kera di pulau Bali lainnya, sehingga liburan anda bersama keluarga dan juga anak-anak akan lebih menyenangkan.
Memasuki areal monkey forest Ubud Bali, sejumlah pedagang buah pisang menawarkan buah kepada anda, tentunya bukan untuk anda makan, tetapi untuk monyet-monyet hutan, karena mereka doyan dengan buah pisang, sehingga anda bisa berinteraksi dengan kera atau monyet yang di destinasi wisata di Ubud ini. Ingin mendapatkan pengalaman lebih seru di monkey forest Ubud, anda bisa berphoto ria dengan monyet-monyet penghuni hutan, dengan pancingan makanan buah pisang yang anda bawa, dibantu oleh pemandu setempat, sehingga anda merasa nyaman. Tour dengan tujuan objek wisata monkey forest ini memang menjadi tujuan yang ideal tidak hanya untuk orang dewasa saja tetapi juga anak-anak.
Walaupun monyet-monyet penghuni hutan di monkey forest Ubud tidak begitu agresif, anda lebih disarankan untuk mengamankan barang-barang berharga dan aksesoris seperti anting-anting, gelang, jam tangan, kacamata dan juga handphone dalam tas anda, dalam situasi tertentu, mereka bisa saja nakal dan berbuat ulah, karena barang-barang yang mereka pikir aneh akan menarik minatnya. Selama berada di tempat rekreasi hutan di Ubud ini, sudah disediakan tempat untuk berjalan, lewatilah jalan tersebut, sehingga pengunjung akan merasa nyaman dan aman, jangan memasuki kawasan mereka, sehingga monyet tidak merasa terancam.



Comments
Post a Comment